Akhir-akhir ini aku tengah sering mempertanyakan diriku sendiri. Ada beberapa peristiwa (yang sebenarnya tidak terlalu besar) yang membuatku terus menggali kesalahan sendiri.
Beberapa kali aku merasa, aku tidak diperhitungkan. Padahal, itu tidak merugikan apapun. Mestinya tidak perlu dipikirkan berlebihan, tapi kepala memilih memikirkannya dalam-dalam.
Munculah beberapa pertanyaan yang berkedok introspeksi diri,
Apakah aku terlalu banyak bicara atau malah terlalu pendiam?
Apakah aku tidak mendengarkan dengan baik?
Apakah aku terlalu berambisi?
Apakah pembicaraanku membosankan?
Apakah aku terlalu cuek dan tidak peduli?
Apakah penampilanku sangat buruk?
Apakah obrolanku selalu tentang diriku?
Apakah aku terlalu bodoh?
Dan Apakah, apakah lainnya.
Haruskah pertanyaan tersebut aku pikirkan sejauh ini?
Haruskah pertanyaan tersebut membuatku layak untuk diabaikan?
Lebih jauh, wajarkah jika aku merasa bahwa hal tersebut menjadi salah satu penyebab aku belum menikah?
Aku tidak tahu___
Awalnya, aku merenungkan hal ini dengan niat introspeksi diri. Memperbaiki diri sebisa dan semampuku.
Tapi ternyata terlalu jauh. Pertanyaan-pertanyaan itu jadi semakin sering muncul. Berulang kali, membebani diri sendiri. Selalu merasa tidak cukup dan tidak layak. Merasa semua takdir yang melekat, adalah karena kesalahan dan kekuranganku.
Aku jadi fokus menyalahkan diri, bukan memperbaiki. Sampai saat tulisan ini selesai dan kamu baca, aku masih belum tahu harus apa dan bagaimana merespon pikiranku sendiri.
Komentar
Posting Komentar